Follow us on:

Apa Itu Airsoft

Airsoft adalah terminologi digunakan untuk menjelaskan dua hal yang berkaitan dengan olah raga outdoor populer:
Replika 1:1 (Full scale) dari senjata asli yang mampu melontarkan peluru bundar yang terbuat dari plastik (6mm atau 8mm) umumnya disebut BB (ball bearing) dengan kecepatan cukup rendah agar aman digunakan untuk tujuan permainan. Tiruan-tiruan ini juga terkadang disebut “soft air” atau “softair guns” untuk membedakannya dengan airsoft angin kaliber .22 dan .177 (4.5mm) yang menggunakan peluru (pellet), yang sangat tidak aman untuk permainan.

Permainan dengan cara memainkan simulasi pertempuran ala militer atau penegak hukum (baca= polisi) yang menggunakan tiruan senjata api.
Airsoft cukup populer di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Hong Kong, Taiwan, Macau, Korea Selatan. Dan sampai taraf tertentu, di Filipina dan Indonesia, di mana senjata api cukup rumit atau bahkan tidak dimungkinkan untuk dimiliki oleh sipil karena peraturan perundangan. Untuk itu, sebagian besar “airsoft guns”, asesoris, dan “upgrade parts” dibuat di negara-negara tersebut.

Airsoft Replica
Airsoftgun dibuat dari plastik dan atau metal dan biasanya melontarkan proyektil bundar berukuran 6mm atau 8mm, disebut Ball Bearing (BB), pada kecepatan yang cukup dan aman untuk digunakan pada permainan rekreatif. Alat yang digunakan dalam ersop biasanya tiruan dari airsoft api dan menggunakan tekanan udara untuk melontarkan BB.

Airsoftgun dapat juga dibedakan menjadi tiga tipe berdasarkan pemicu tekanan: dengan Spring, Elektrik, dan Gas.

Spring Powered Guns (SPG)
Airsoft bertenaga spring ini di *kokang* secara manual, yang menekan spring di dalam piston yang akan mendorong katub / klep udara padat melewati ruangan (chamber) ketika dilepaskan. Sekali dikokang, piston tertahan kaitan sampai kemudian kaitan tersebut dilepaskan dengan menekan trigger. Piston pun terdorong kembali ke posisi awal dengan tenaga spring yang dikokang tadi. Katub udara padat piston dalam ruangan (chamber) menciptakan areal bertekanan tinggi yang mendorong BB menuju ke laras hingga mengenai sasaran. Airsoft spring biasanya relatif tidak mahal karena menggunakan sedikit suku cadang di dalamnya. Pada permainan kompetisi, Airsoft spring yang paling populer adalah tiruan dari senapan bolt-action, yaitu pada kokang manual spring meniru bolt-action pada senapan sniper sungguhan. Pistol spring harus dikokang dengan cara menarik sisi atas / punggung (slide) airsoft, sementara itu senapan lain memiliki mekanisme tuas yang lain untuk mengokang.

Electric Airsoft Guns (AEG)
Airsoftgun bertenaga listrik (umumnya disebut “AEG” untuk Automatic Electric Gun) adalah tiruan yang paling umum digunakan pada permainan Airsoft. Gearbox dari AEG berfungsi secara prinsip sama dengan airsoft spring untuk mendorong BB, tetapi aksi mengokang terjadi secara otomatis melalui penggunaan dinamo (electric motor), seperti pada remote control mobil-mobilan, yang mampu melontarkan BB dengan kecepatan per lontaran sama dengan senjata api otomatis yang ditiru. AEG menggunakan batere yang bisa di-charge ulang.

Gas Powered Guns (GPG)
Airsoft bertenaga gas dioperasikan menggunakan simpanan gas bertekanan dalam bentuk cairan (seperti penyimpanan gas propane, butane, atau carbon dioxide dalam bentuk cairan bertekanan) di dalam ruangan (chamber), dan melepaskan sejumlah kecil gas cair tersebut ke dalam ruangan tembak (firing chamber) yang secara cepat membesar tekanannya untuk mendorong BB, dan biasanya ada gas yang digunakan untuk “efek dorongan belakang” (blowback operation) untuk menormalkan mekanisme internal sehingga ersopgan siap untuk ditembakkan kembali. Tiruan pistol bertenaga gas dengan efek “blowback” seperti pada pistol sungguhan biasanya cukup mahal dibandingkan dengan tiruan tanpa efek blowback, karena blowback cukup rumit mekanismenya. Jenis tiruan pistol itu paling banyak menggunakan tenaga gas untuk efek blowback, karena efek tersebut menciptakan kesan realistis pada tiruan tersebut. Tiruan senapan serbu generasi awal juga menggunakan tenaga gas (biasanya CO2) tetapi generasi terbaru kebanyakan menggunakan tenaga listrik atau spring.
Setiap jenis airsoft tersebut memiliki tambahan suku cadang yang telah ditingkatkan kemampuan dan ketahanannya (upgraded internal) serta ditambah dengan suku cadang eksternal untuk hiasan dan bentuk luar. Beberapa pemain gemar meningkatkan kemampuan dan ketahanan mainan tersebut dengan berbagai suku cadang yang tersedia, juga untuk kepentingan keindahan, kemiripan, keaslian dan sebagainya. Bahkan total biaya aksesoris ersopgan dapat melampaui harga dari senjata api yang ditiru.

Proyektil Airsoft
Kebanyakan model Airsoft menggunakan peluru plastik, dengan berat antara 0.12 dan 0.5 gram, berdiameter 6 mm. Namun ada beberapa ersop yang menggunakan peluru plastik 8mm. Kebanyakan beratnya antara .20 dan .35 gram.

Terminologi BB sebetulnya salah istilah, karena peluru bukan Ball Bearings (BB) dan tidak dapat digunakan sebagai BB.

HOP Up
HOP Up adalah singkatan dari High Operating Power – Up ( peningkatan kinerja laras). Istilah HOP-Up dibuat oleh Jepang untuk memberi nama pada mekanis tersebut dan diucapkan dalam bahasa Inggris.

Bertentangan dengan akronim dan maknanya, HOP Up malahan tidak berhubungan sama sekali dengan “power” – istilah ini sebenarnya digunakan untuk menjelaskan mekanisme pemberian putaran balik (putaran ke belakang) pada BB untuk meningkatkan stabilitas BB pada saat melayang menuju target, karena pada laras biasa (tanpa ulir?), BB melayang sekehendak hati alias tidak dapat diatur penembak.

Pada kebanyakan ersopgan berkualitas tinggi, HOP Up biasanya terbuat dari pipa karet yang mengelilingi bagian tertentu dari inner barrel. Satu bagian plastik atau metal akan mendorong karetnya ke dalam barrel untuk menambah gesekan pada BB. Gesekan tambahan tersebut menimbulkan putaran balik yang justru membuat BB melayang sedikit lebih ke atas.
Menyingkirkan HOP-Up, sebagai bagian dari ersopgan, akan mengurangi sumber gesekan dan oleh karena itu kecepatan peluru meningkat.

Tidak setiap jenis airsoftgun memiliki fasilitas HOP-Up, tergantung pada kualitasnya. Demikian juga, jika airsoftgun dilengkapi fasilitas ini, mungkin saja airsoftgun tersebut bisa ditingkatkan atau disesuaikan kemampuannya atau bahkan tidak sama sekali. Jika tidak, mungkin dari pabriknya menyarankan untuk menggunakan suku cadang tertentu untuk meningkatkan kualitas fungsi HOP-Up.

Cara mudah untuk menyesuaikan kinerja HOP Up (jika dimungkinkan) adalah dengan membidik sasaran yang berada pada jarak 10 meter (20 yards?). Jika BB melayang di bawah titik sasaran, naikkan HOP Up. Jika jatuh di atas titik sasaran, turunkan HOP Up. Jika BB tepat mengenai sasaran, HOP Up sudah sesuai dengan kebutuhan.

Namun harap diperhatikan bahwa airsoftgun tidak memiliki stabilitas tembakan yang tinggi, sehingga jangan bingung bila tembakan Anda melenceng beberapa inchi. Jika Anda sudah menyesuaikan setting-an HOP-Up, grouping-nya bisa enam (6) inchi pada jarak 10 meter.
Tidak seperti dalam paintball atau laser tag di mana HIT sangat jelas (tanda cat atau laser), permainan airsoftgun biasanya menggunakan Sistem Kehormatan. Ketika seorang pemain tertembak dia harus segera menyatakan diri tertembak, biasanya dengan mengangkat tangan, berteriak “HIT!”, dan meninggalkan area dengan mengangkat airsoft mereka di atas kepala, atau kadang juga dia bisa rebah di tanah dan pura-pura mati.

Standard Skirmish / Wargame
Standard skirmish / wargame airsoft mirip dengan paintball (sering juga digelar di area paintball di Amrik). Para pemain menggunakan airsoftgun yang diizinkan (dengan batasan FPS yang disepakati dengan 0.20 gram BB menggunakan alat ukur kronometer) dan berbagai tipe permainan dapat diselenggarakan sepanjang hari. Permainan yang sangat sering dimainkan adalah model kelompok dengan misi tertentu, seperti merebut bendera, pengepungan, atau pengawalan. Beberapa lokasi skirmish mempunyai benteng yang bagus, sehingga dapat membuat permainan antara tim penyerang dan tim bertahan, dari pada hanya “Deathmatch” atau “last man standing“.

MILSIM (MILitary SIMulation) / SIMIL (SIMulasi MILiter)
Simulasi Militer (Military Simulation) adalah permainan airsoftgun yang digabung dengan berbagai elemen aksi, di mana beberapa misinya harus diselesaikan oleh setiap kelompok pemain, namun tujuan utama setiap kelompok bisa jadi saling bertentangan satu sama lain, dengan setting permainan yang dibuat sedemikian rupa sehingga setiap kelompok bertempur dengan konflik airsoft ala militer.
Dibandingkan dengan skirmish biasa, yang dapat dimainkan di bawah satu jam selama beberapa kali sehari, simulasi militer ini dimainkan dengan menekankan pada latihan dan praktek kemampuan (seperti) militer, seperti kepramukaan, navigasi darat, patroli, pergerakan, dsb. Tipe permainan seperti ini temponya sangat lambat, dan oleh karena itu, biasanya menghabiskan waktu berjam-jam (mis. 3-6 jam atau lebih) dan bahkan dapat diselenggarakan selama akhir pekan dan muncul juga aktivitas malam hari (berjaga-jaga atau menyelinap), sehingga unsur-unsur strategis seperti gardu pengamatan, keamanan garis batas (perimeter), dan sebagainya menjadi hal yang lebih diutamakan. Maraknya simulasi militer semacam ini muncul karena keinginan dan ketertarikan para pemain pada dunia kemiliteran. Simulasi militer membutuhkan juga penerapan perlengkapan dan fashion yang sesuai dengan skenario yang dimainkan.

Pertempuran Bersejarah
Para pemain airsoftgun dalam napak tilas Perang Dunia II, berperang sebagai Jerman, menjaga altileri tiruan. Perhatikan bahwa seragam para pemain sangat akurat dan berdasarkan sejarah PD II, dan SIG 552 yang digunakan juga tiruan. Permainan ersop dapat dilakukan dengan struktur dan atau kondisi yang dibuat menyerupai pertempuran bersejarah yang terkenal. Hal ini kadang kala disebut sebagai bentuk lain dari napak tilas sejarah, dalam variasi yang lebih modern. Ambil saja contoh pertempuran Pegasus Bridge, atau Battle of Mogadishu, Battle of the Bulge, atau dari Nusantara: Bandung Lautan Api, 6 jam di Jogja, dsb.

Untuk era bersejarah seperti PD II, peralatan dan perlengkapan yang digunakan berdasarkan peraturan ketat untuk akurasi sejarah; dalam hal ini, tiruan airsoft api yang digunakan harus seperti airsoft pada PD II, yaitu Thompson submachine gun, M1 Garand, M1 Carbine, M1911, Luger, StG44, MP40, MG42, MG34, Sten, Kar98, dsb.

Pendekatan sejarah untuk permainan ersop tergantung pada penyelenggara permainan. Terkadang pertempuran bersejara hanya terinspirasi dari permainan skirmish biasa, atau beberapa pemain memang pelaku hobi napak tilas yang mencari cara lain untuk menyalurkan hobi sejarah dan napak tilasnya.

Modifikasi Permainan
Kelompok-kelompok pemain kadang menyertakan beberapa peraturan untuk memperkenalkan unsur-unsur taktis atau strategis dalam pertempuran:

* Petugas Kesehatan:
pilih satu atau dua pemain sebagai petugas kesehatan untuk “menghidupkan” (respawn) teman satu kelompok yang tertembak BB, dengan hitungan waktu, atau tanda tertentu; daripada keluar dari area permainan;
* Ersop yang tertembak
pemain dapat bertukar pada ersop kedua atau cadangan (sidearm) jika ersop utama mereka terkena BB;
* Batas Hidup Lagi
buatlah batasan jumlah respawn bagi setiap pemain;

* Batas BB
buatlah juga batasn jumlah BB yang dapat digunakan oleh setiap pemain atau kelompok atau permainan;
* Kekal
pemain-pemain yang tidak dapat “mati” atau hanya mati dalam kondisi tertentu;

* Akhir Permainan
penentuan cara atau tanda permainan berakhir (dengan waktu, misi, atau jumlah pemaian …)

Hidup Lagi (Respawn)
Menunggu satu putaran permainan selesai bukanlah hal yang menyenangkan bagi kebanyakan pemain, apalagi dalam permainan dengan durasi panjang, jadi aturan Hidup Lagi (respawn) dapat diterapkan. Respawn sering disebut juga Zombie. Seorang pemain yang tereliminasi dapat kembali ke pos awal dan kemudian kembali ke area permainan setelah beberapa waktu. Bagaimanapun juga, bisa menjadi “pos zombie” di mana pos awal sudah dikepung musuh, sehingga pemain yang hidup lagi dapat dengan mudah mati lagi dengan segera.